Skip to main content

Pembagian Kelompok Belajar Agama Islam Semester 1 Akbid YLPP Purwokerto



 KELOMPOK BELAJAR AGAMA ISLAM

Kelompok 1

Islam dan Keluarga Berencana (KB). Pengertian KB, Jenis-Jenis KB, Jenis-Jenis Instrumen KB, Tujuan KB, Manfaat & Resiko bagi Peserta KB, Hukum KB menurut Pendapat Ulama (Pendapat Pro & Kontra), Metode KB Islami?, Kesimpulan
 
AGNES JUWITA
DEWI ASTUTI
DEWI ITASARI
DIAN RIZKI NINDA ALIFAH
DIKA PUJI LESTARI
EKA SETIAWATI

Kelompok 2

Islam dan Kontrasepsi. Pengertian Kontrasepsi, Sejarah Kontrasepsi, Jenis-Jenis Kontrasepsi, Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi, Tujuan Pemanfaatan Alat Kontrasepsi, Manfaat & Resiko bagi Pengguna Kontrasepsi, Hukum Penggunaan Alat Kontrasepsi menurut Pendapat Ulama (Pendapat Pro & Kontra), Metode Kontrasepsi Islami, Kesimpulan dan Pendapat.
 
ENDAH SULISTYOWATI
ENDAH SURYANI
ERNI KURNIASARI
IKE PERMATA SARI
IKHDA NGASAROTUN M
INDANA ZULFA
ISNI YOSIEU


Kelompok 3

Islam dan Imunisasi. Pengertian Imunisasi, Sejarah Imunisasi, Jenis-Jenis Imunisasi, Jenis-Jenis Zat Imunisasi, Tujuan Imunisasi, Manfaat & Resiko Imunisasi bagi Pengguna Imunisasi, Hukum Imunisasi  menurut Pendapat Ulama (Pendapat Pro & Kontra), Metode Imunisasi Islami, Kesimpulan dan Pendapat.
 
ISTI QHAROTUL ULUMIYAH
ISTIQOMAH
KHILYATUL AULIA
KURNIASIH
LAILANI AMALIA PAWITRI
LILY EKA FATIMAH
LINDA WINANTI

Kelompok 4

Islam dan Praktek Aborsi. Pengertian Aborsi, Jenis-Jenis Aborsi, Latarbelakang Praktek Aborsi, Manfaat & Resiko Aborsi, Hukum Aborsi menurut Hukum Positif Indonesia, Hukum Aborsi menurut Pendapat Ulama (Pendapat Pro & Kontra), Kesimpulan dan Pendapat.
 
MELISA LESTARI
NENCY TAMARAWATI
NIA PERMATA INDAH
NINA ULFATMAH
NISIA HARI AGUSNINGTYAS
NURLAILI RISKE AGUSTIN

Kelompok 5

Islam dan Imunisasi. Pengertian Imunisasi, Sejarah Imunisasi, Jenis-Jenis Imunisasi, Jenis-Jenis Zat Imunisasi, Tujuan Imunisasi, Manfaat & Resiko Imunisasi bagi Pengguna Imunisasi, Hukum Imunisasi  menurut Pendapat Ulama (Pendapat Pro & Kontra), Metode Imunisasi Islami, Kesimpulan dan Pendapat.
 
OVI YULIA PRIMADYTHA
RIFAH INDARTI
RIZKI YUDHI RINANTI
SILVI MILHATUL MAULA
TRI NUR KHASANAH
VITA NADHIROTUL M


Islam, Bidan dan Etika Masyarakat. Pengertian Bidan, Landasan Hukum Praktek Bidan di Indonesia, Sifat-Sifat Utama Seorang Bidan Muslimah: Salam, Senyum, Sapa & Akhlaqul Karimah, Hal-Hal yang dihindari Bidan di tengah Masyarakat: Sektarian dalam Layanan,  Kesimpulan dan Pendapat.
 
Kelompok 6
VIVI HIDAYATI
WAHYU MULYANINGSIH
WIDIANI SOVIANA RAKHMAWATI
WIWIT WAHYU NINGRUM
YASINTA GIRIE CAHYANI
YUYUN PUSPITASARI
ZACHIA ERIYANTI


Petunjuk Umum:
Untuk Sumber Referensi dianjurkan untuk melihat hasil bahtsul masa'il seputar tema yang diangkat, caranya dengan mengetikkan kata kunci 'bahtsul masa'il' pada mesin pencari (google atau lainnya), Hasil Belajar dipresentasikan di kelas dalam bentuk slide. Jumlah minimal berjumlah 10 tayangan slide, Setiap Kelompok Belajar bertanggungjawab memberikan print out slide minimal 6 bendel (setiap kelompok lain mendapatkan satu bendel dan dosen), kelompok belajar harus siap menerima sangkalan dan pertanyaan dari audien presentasi, materi presentasi yang telah dikoreksi dosen untuk dikirimkan ke email sugengriyadisyamsudien@gmail.com
 

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Desa Kroya dan Potensi Ekonominya Kini

Kroya adalah sebuah Desa di wilayah kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,  Indonesia. Masyarakat Kroya umumnya menggunakan bahasa Banyumasan dan  bahasa jawa Surakarta dan juga bahasa Ngapak. Desa ini merupakan desa sekaligus  kecamatan berkembang dan menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Cilacap.  Kroya juga dikenal sebagai jalur pertemuan antara jalur KA dari arah Bandung- Tasikmalaya denga jalur KA dari Cirebon-Purwokerto menuju Yogyakarta, Madiun,  dan Surabaya. Di sisi lain kroya juga memiliki sebuah pasar tradisional yang cukup besar serta  berada di tempat yang strategis. Kroya berbatasan langsung dengan desa  karangmangu di sebelah selatan, sebelah timur dengan desa Pucung, sebelah barat  dengan desa Bajing sedangkan wilayah utara dengan desa Kedawung.  Sejarah berdirinya Kroya tidak lepas dari berdirinya wilayah Karesidenan  Banyumas.  Awal mulanya Kroya merupakan sebuah wilayah kecil pada masa  Wirasaba. Kemudian setel...

Akuntansi Syariah: Aspek Sejarah, Tokoh dan Perkembangannya

Banyak anggapan sumir bahwa ilmu akuntansi itu pertama kali muncul sebagai pengetahuan bermula dari daratan Eropa. Jelas anggapan itu tidak benar. Dalam hal ini, tentu kita tidak bisa melepaskan diri dari aspek kronik kesejarahan. Akademisi barat, ironinya, tidak pernah berbicara lebih jauh tentang aspek kesejarahan ilmu akuntansi sebagai akar keilmuan yang mereka kembangkan dan menjadi hegemoni hari ini, merupakan hasil jarahan pengetahuan dari perang salib. Padahal, saat dunia Islam di Timur Tengah semenjak masa nubuwwah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula keilmuan modern muncul, daratan Eropa masih diselimuti kebodohan dan kehidupan yang bar-barian ( Dark Age ). Lagi-lagi, konstelasi keilmuan ini justru diperburuk oleh akademisi Muslim yang malas meneliti, dan seenak perutnya membebek pendapat barat sebagai sumber dari berbagai jenis keilmuan modern. Adnan dan Labatjo (2006) memandang, bahwa praktik akuntansi pada lembaga baitul maal di zaman Rasulullah SAW, baru berada pada taha...

Makam Pangeran Patih Jaya Kabul Jelutung Kota Jambi

Salah satu makam pangeran, yang biasa disebut dengan Makam Keramat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Jauh, Jelutung, Kota Jambi, ternyata berusia lebih dari 5 (lima) abad. Meski berada di pekuburan umum, namum makam yang nisannya bernama Pangeran Patih Jaya Kabul di Bukit atau Pangeran Kabul di Bukit itu, berada dalam komplek makam-makam anak keturunan raja-raja Jambi di TPU itu. Siapa Pangeran Kabul di Bukit? Dari media sosial yang diunggah akun Sabarudin Achmad pada Oktober lalu tentang sejarah singkat dan garis keturunan pangeran. Disebutkan, Raden Jaya bin Sayid Ahmad Kamil (Orang Kayo Hitam) dari ibu Ratumas Ratu Ayu (Ratu Pemalang), didaulat menjadi Raja Merangin oleh saudaranya, Panambahan Rantau Kapas (Pangeran Hilang Di Aer). Peristiwa itu terjadi sekira tahun 934 H hingga tahun 1023 H atau bersamaan dengan 1528 M sd 1615 M. Setelah lebih kurang 87 tahun bertahta di istana Ujung Tanjung Muaro Masumai, Merangin, Raden Jaya diminta kembali ke istana Tanah Pilih ...