Ada yang menarik bila menyimak rihlah umroh 999 anggota Ansor Banser di awal tahun 2018 ini. Spontanitas mengumandangnya syair Syubbanul Wathan karya KH. Wahhab Hasbullah Allahu yarham dalam perjalanan Sa'i. Syair yang digubah lebih dari setengah abad yang lampau itu merupakan gema perlawanan pondok pesantren terhadap kolonialis Belanda dan sekaligus ungkapan kebanggan seseorang bumiputera atas tanah airnya, Indonesia.
Kroya adalah sebuah Desa di wilayah kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Masyarakat Kroya umumnya menggunakan bahasa Banyumasan dan bahasa jawa Surakarta dan juga bahasa Ngapak. Desa ini merupakan desa sekaligus kecamatan berkembang dan menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Cilacap. Kroya juga dikenal sebagai jalur pertemuan antara jalur KA dari arah Bandung- Tasikmalaya denga jalur KA dari Cirebon-Purwokerto menuju Yogyakarta, Madiun, dan Surabaya. Di sisi lain kroya juga memiliki sebuah pasar tradisional yang cukup besar serta berada di tempat yang strategis. Kroya berbatasan langsung dengan desa karangmangu di sebelah selatan, sebelah timur dengan desa Pucung, sebelah barat dengan desa Bajing sedangkan wilayah utara dengan desa Kedawung. Sejarah berdirinya Kroya tidak lepas dari berdirinya wilayah Karesidenan Banyumas. Awal mulanya Kroya merupakan sebuah wilayah kecil pada masa Wirasaba. Kemudian setel...
Comments
Post a Comment
Silahkan berkomentar secara bijak dan bertanggungjawab.