Skip to main content

Seri Perkuliahan: Akuntansi Syariah (Pengantar)


Perkuliahan ini adalah suatu bentuk pengenalan materi pembahasan akuntansi syariah, yaitu konsep dan mekanisme pembukuan terhadap akad-akad yang mungkin terjadi pada industri berbasis prinsip Islam.
Pokok penting dalam seri perkuliahan Akuntansi Syariah setidaknya meliputi: kontrak kuliah, orientasi perkuliahan, proses perkuliahan, penugasan dan ujian semester.


Kontrak kuliah:
  1. Hari dan waktu yang disepakati bersama;
  2. Mekanisme perizinan dan udzur dalam perkuliahan;
  3. Unsur penilaian: Absensi (30%), UTS (25%), UAS (25%), Penugasan (5%), Respon Kelas (5%) dan Akhlak (10%);
Rencana Perkuliahan Semester: Unduh

Materi Perkuliahan:
Pertemuan 1 Materi [unduh] Siklus Akuntansi [unduh] Referensi [Buka]
Quiz 1 Akuntansi Syariah [Klik di Sini]
Pertemuan 2-3 [klik di sini][klik di sini]
Quiz 2 Akuntansi Syariah: Jurnal Umum [klik di sini]
Quiz 3 Akuntansi Syariah: Buku Besar [klik di sini]
Pertemuan 4-5 [klik di sini]
Pertemuan 6-7 [klik di sini]

Materi Pengayaan:
Ebook Akuntansi Syariah [klik di sini]

Penugasan Akhir Semester:
Tugas akhir berbentuk penulisan jurnal tematik sesuai pembagian Focus Group Discussion (FGD) mahasiswa. Adapun ketentuan teknisnya adalah sebagaimana berikut:
  1. Tugas ditulis dengan jenis huruf New Times Roman di atas kertas ukuran A4, spasi 1,5 dengan penomoran di tengah bawah bagian kertas;
  2. Teknis penulisan paling atas judul dengan huruf kapital, nama anggota kelompok diskusi dengan huruf awalan besar yang ditulis berjajar ke arah bawah, afiliasi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam/Fakultas Syariah), Abstract (ditulis dalam bahasa Inggris dalam satu atau dua paragraf);
  3. Isi, terdiri dari pembahasan tematik sesuai kelompok yang meliputi: Pendahuluan, Pengertian, Pedoman Hukum (dalil), Pembagian, Prinsip dan Ketentuan dan Contoh Beberapa Kasus/Perhitungan. 
  4. Ditulis dengan referensi yang kuat untuk dipresentasikan. Adapun penugasan akhir dikumpulkan dalam bentuk soft file berformat docx dengan minimal halaman 15. Untuk diskusi, kelompok pemateri menyediakan print out untuk dosen dan kelompok lainnya masing-masing satu draf.
  5. Dilarang keras melakukan plagiasi, jika terdapat temuan maka penugasan akan dianulir dalam sistem penilaian.
Judul tematik per-kelompok diskusi:
  1. Akad-akad dalam transaksi berbasis bagi-hasil dan sewa serta perlakuan akuntansinya: Akad Mudharabah, Akad Musyarakah, Ijarah.
  2. Akad-akad dalam transaksi berbasis jual-beli dan perlakuan akuntansinya: Akad Salam, Akad Murabahah, Akad Istishna’, Akad Ijarah.
  3. Akad-akad dalam transaksi berbasis jasa dan perlakuan akuntansinya: Akad Wadiah, Akad Qardh, Akad Ar-Rahn.
  4. Akad-akad dalam transaksi berbasis zakat dan perlakuan akuntansinya (PSAK 109).
  5. Siklus Akuntansi: (1) Klasifikasi Chart Of Account; (2) Jurnal Umum.
  6. Siklus Akuntansi: (1) Posting Buku Besar (2) Neraca Lajur.
  7. Siklus Akuntansi: Laporan Keuangan.

Ujian Tengah Semester [klik di sini]



Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Desa Kroya dan Potensi Ekonominya Kini

Kroya adalah sebuah Desa di wilayah kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,  Indonesia. Masyarakat Kroya umumnya menggunakan bahasa Banyumasan dan  bahasa jawa Surakarta dan juga bahasa Ngapak. Desa ini merupakan desa sekaligus  kecamatan berkembang dan menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Cilacap.  Kroya juga dikenal sebagai jalur pertemuan antara jalur KA dari arah Bandung- Tasikmalaya denga jalur KA dari Cirebon-Purwokerto menuju Yogyakarta, Madiun,  dan Surabaya. Di sisi lain kroya juga memiliki sebuah pasar tradisional yang cukup besar serta  berada di tempat yang strategis. Kroya berbatasan langsung dengan desa  karangmangu di sebelah selatan, sebelah timur dengan desa Pucung, sebelah barat  dengan desa Bajing sedangkan wilayah utara dengan desa Kedawung.  Sejarah berdirinya Kroya tidak lepas dari berdirinya wilayah Karesidenan  Banyumas.  Awal mulanya Kroya merupakan sebuah wilayah kecil pada masa  Wirasaba. Kemudian setel...

Akuntansi Syariah: Aspek Sejarah, Tokoh dan Perkembangannya

Banyak anggapan sumir bahwa ilmu akuntansi itu pertama kali muncul sebagai pengetahuan bermula dari daratan Eropa. Jelas anggapan itu tidak benar. Dalam hal ini, tentu kita tidak bisa melepaskan diri dari aspek kronik kesejarahan. Akademisi barat, ironinya, tidak pernah berbicara lebih jauh tentang aspek kesejarahan ilmu akuntansi sebagai akar keilmuan yang mereka kembangkan dan menjadi hegemoni hari ini, merupakan hasil jarahan pengetahuan dari perang salib. Padahal, saat dunia Islam di Timur Tengah semenjak masa nubuwwah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula keilmuan modern muncul, daratan Eropa masih diselimuti kebodohan dan kehidupan yang bar-barian ( Dark Age ). Lagi-lagi, konstelasi keilmuan ini justru diperburuk oleh akademisi Muslim yang malas meneliti, dan seenak perutnya membebek pendapat barat sebagai sumber dari berbagai jenis keilmuan modern. Adnan dan Labatjo (2006) memandang, bahwa praktik akuntansi pada lembaga baitul maal di zaman Rasulullah SAW, baru berada pada taha...

Makam Pangeran Patih Jaya Kabul Jelutung Kota Jambi

Salah satu makam pangeran, yang biasa disebut dengan Makam Keramat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Jauh, Jelutung, Kota Jambi, ternyata berusia lebih dari 5 (lima) abad. Meski berada di pekuburan umum, namum makam yang nisannya bernama Pangeran Patih Jaya Kabul di Bukit atau Pangeran Kabul di Bukit itu, berada dalam komplek makam-makam anak keturunan raja-raja Jambi di TPU itu. Siapa Pangeran Kabul di Bukit? Dari media sosial yang diunggah akun Sabarudin Achmad pada Oktober lalu tentang sejarah singkat dan garis keturunan pangeran. Disebutkan, Raden Jaya bin Sayid Ahmad Kamil (Orang Kayo Hitam) dari ibu Ratumas Ratu Ayu (Ratu Pemalang), didaulat menjadi Raja Merangin oleh saudaranya, Panambahan Rantau Kapas (Pangeran Hilang Di Aer). Peristiwa itu terjadi sekira tahun 934 H hingga tahun 1023 H atau bersamaan dengan 1528 M sd 1615 M. Setelah lebih kurang 87 tahun bertahta di istana Ujung Tanjung Muaro Masumai, Merangin, Raden Jaya diminta kembali ke istana Tanah Pilih ...