Skip to main content

Kelas I Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah


Pengantar Pengampu
Mata kuliah Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah ini merupakan mata kuliah daring yang dilaksanakan atas kebijakan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto di masa pandemi. Kelas Sistem Ekonomi Islam ini berbobot 2 SKS yang dilaksanakan 7 pertemuan kuliah daring oleh dosen pengampu, dan enam pertemuan diskusi yang dilaksanakan oleh peserta kelas. Adapun media absensi dan kontrol kelas melalui situs Sisca, dan pertemuan kelas melalui Google Class Room (menggunakan akun institut), Google Meet, blog www.iqtishaad.blogspot.com dan media penayang Youtube. Kepada peserta kelas, dipersilahkan untuk follow blog ini, dan media penayang perkuliahan.

E-Berkas Kelas
Draf Pengampu Semester Genap lihat
Rencana Perkuliahan Semester (RPS)/ Silabus lihat
Variabel Penilaian: Absensi (50%), Penugasan/Respon (10%), UTS (20%), UAS (20%)

Pertemuan 1
Tema: Orientasi dan Pengantar Perkuliahan
Materi: 

Bahan bacaan:

Pertemuan 2
Tema: Pengantar Lembaga Keuangan dalam Islam

Materi: Unduh
Bahan bacaan:

Pertemuan 3
Tema: Riba dalam Al-Qur’an, Hadits dan Fiqh
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 4
Tema: Sejarah dan perkembangan lembaga perbankan dan keuangan dalam Islam
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 5
Tema: Pertumbuhan perbankan dan lembaga keuangan syari’ah di Indonesia
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 6
Tema: Keunggulan dan Kelemahan Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 7
Tema: Macam-macam Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia (Perbankan Syariah)
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 8
Tema: Ujian Tengah Semester
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 9
Tema: Reksadana Syariah
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 10
Tema: Asuransi Syariah (Takaful)
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 11
Tema: Baitul Mal Wa Tamwil
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 12
Tema: Modal Ventura Syariah
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 13
Tema: Obligasi Syariah
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 14
Tema: Zakat dalam Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah
Materi:
Bahan bacaan:

Pertemuan 15
Tema: Ujian Akhir Semester
Materi:
Bahan bacaan:


Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Desa Kroya dan Potensi Ekonominya Kini

Kroya adalah sebuah Desa di wilayah kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,  Indonesia. Masyarakat Kroya umumnya menggunakan bahasa Banyumasan dan  bahasa jawa Surakarta dan juga bahasa Ngapak. Desa ini merupakan desa sekaligus  kecamatan berkembang dan menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Cilacap.  Kroya juga dikenal sebagai jalur pertemuan antara jalur KA dari arah Bandung- Tasikmalaya denga jalur KA dari Cirebon-Purwokerto menuju Yogyakarta, Madiun,  dan Surabaya. Di sisi lain kroya juga memiliki sebuah pasar tradisional yang cukup besar serta  berada di tempat yang strategis. Kroya berbatasan langsung dengan desa  karangmangu di sebelah selatan, sebelah timur dengan desa Pucung, sebelah barat  dengan desa Bajing sedangkan wilayah utara dengan desa Kedawung.  Sejarah berdirinya Kroya tidak lepas dari berdirinya wilayah Karesidenan  Banyumas.  Awal mulanya Kroya merupakan sebuah wilayah kecil pada masa  Wirasaba. Kemudian setel...

Akuntansi Syariah: Aspek Sejarah, Tokoh dan Perkembangannya

Banyak anggapan sumir bahwa ilmu akuntansi itu pertama kali muncul sebagai pengetahuan bermula dari daratan Eropa. Jelas anggapan itu tidak benar. Dalam hal ini, tentu kita tidak bisa melepaskan diri dari aspek kronik kesejarahan. Akademisi barat, ironinya, tidak pernah berbicara lebih jauh tentang aspek kesejarahan ilmu akuntansi sebagai akar keilmuan yang mereka kembangkan dan menjadi hegemoni hari ini, merupakan hasil jarahan pengetahuan dari perang salib. Padahal, saat dunia Islam di Timur Tengah semenjak masa nubuwwah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula keilmuan modern muncul, daratan Eropa masih diselimuti kebodohan dan kehidupan yang bar-barian ( Dark Age ). Lagi-lagi, konstelasi keilmuan ini justru diperburuk oleh akademisi Muslim yang malas meneliti, dan seenak perutnya membebek pendapat barat sebagai sumber dari berbagai jenis keilmuan modern. Adnan dan Labatjo (2006) memandang, bahwa praktik akuntansi pada lembaga baitul maal di zaman Rasulullah SAW, baru berada pada taha...

Makam Pangeran Patih Jaya Kabul Jelutung Kota Jambi

Salah satu makam pangeran, yang biasa disebut dengan Makam Keramat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Jauh, Jelutung, Kota Jambi, ternyata berusia lebih dari 5 (lima) abad. Meski berada di pekuburan umum, namum makam yang nisannya bernama Pangeran Patih Jaya Kabul di Bukit atau Pangeran Kabul di Bukit itu, berada dalam komplek makam-makam anak keturunan raja-raja Jambi di TPU itu. Siapa Pangeran Kabul di Bukit? Dari media sosial yang diunggah akun Sabarudin Achmad pada Oktober lalu tentang sejarah singkat dan garis keturunan pangeran. Disebutkan, Raden Jaya bin Sayid Ahmad Kamil (Orang Kayo Hitam) dari ibu Ratumas Ratu Ayu (Ratu Pemalang), didaulat menjadi Raja Merangin oleh saudaranya, Panambahan Rantau Kapas (Pangeran Hilang Di Aer). Peristiwa itu terjadi sekira tahun 934 H hingga tahun 1023 H atau bersamaan dengan 1528 M sd 1615 M. Setelah lebih kurang 87 tahun bertahta di istana Ujung Tanjung Muaro Masumai, Merangin, Raden Jaya diminta kembali ke istana Tanah Pilih ...