Skip to main content

Teras Dukuhwaluh

Teras rumah kami ibarat terminal, selalu ramai. Terlebih lepas waktu Isya. Ada saja bahan obrolan yang dibicarakan. Dari isu nasional yang berat, hingga soal sepele di sekitar lingkungan kami. Dari perihal problem nyata, hingga bergunjing soal hantu berikut bumbu-bumbunya. Jadi ini soal teras, dan keajaibannya. 
Di antara kesibukan tidur, surfing di media sosial, nonton film streaming dan paket gabut lainnya. Teras seperti menjadi kuali. Setiap kepala, diperkenankan memiliki resep masing-masing. Nantinya, para pendengar juga yang akan menjadi juri terhadap respon dan tanggapan. Semua yang duduk di atasnya, semacam tertuntut untuk bercerita. Dari yang sarat candaan dan gojlokan, hingga wedharan serius soal alam jabarut. 

Soal layanan birokrasi mendapat porsi diskusi yang cukup di sini. Bersila selama bertahun dan menyelia antara rancangan program-program birokrasi dan realisasinya. Kini, akhirnya banyak yang bisa belajar dari dialog marathon ini, yaitu membagongkan!. Namun setidaknya, sepahit apapun perilaku koruptif dan gaya leadership auto-pilot itu lebih baik ketimbang tidak ada birokrasi sama sekali. Sebut saja itu semangatnya, yang masih tersisa tentunya.

Beberapa saat, ketika memang dibutuhkan, serambi ndalem sisi barat ini juga difungsikan sebagai arena ruqyah. Iya, ini tentang sisi lain kawasan gerbang barat. Aktivitas ini sifatnya kondisional, tapi biasanya sore hari. Pasiennya, kalau boleh disebut begitu, dari warga sekitaran desa. Namun, tak jarang pula mereka yang jauh-jauh dari luar kota atau daerah.


















Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Desa Kroya dan Potensi Ekonominya Kini

Kroya adalah sebuah Desa di wilayah kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,  Indonesia. Masyarakat Kroya umumnya menggunakan bahasa Banyumasan dan  bahasa jawa Surakarta dan juga bahasa Ngapak. Desa ini merupakan desa sekaligus  kecamatan berkembang dan menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Cilacap.  Kroya juga dikenal sebagai jalur pertemuan antara jalur KA dari arah Bandung- Tasikmalaya denga jalur KA dari Cirebon-Purwokerto menuju Yogyakarta, Madiun,  dan Surabaya. Di sisi lain kroya juga memiliki sebuah pasar tradisional yang cukup besar serta  berada di tempat yang strategis. Kroya berbatasan langsung dengan desa  karangmangu di sebelah selatan, sebelah timur dengan desa Pucung, sebelah barat  dengan desa Bajing sedangkan wilayah utara dengan desa Kedawung.  Sejarah berdirinya Kroya tidak lepas dari berdirinya wilayah Karesidenan  Banyumas.  Awal mulanya Kroya merupakan sebuah wilayah kecil pada masa  Wirasaba. Kemudian setel...

Akuntansi Syariah: Aspek Sejarah, Tokoh dan Perkembangannya

Banyak anggapan sumir bahwa ilmu akuntansi itu pertama kali muncul sebagai pengetahuan bermula dari daratan Eropa. Jelas anggapan itu tidak benar. Dalam hal ini, tentu kita tidak bisa melepaskan diri dari aspek kronik kesejarahan. Akademisi barat, ironinya, tidak pernah berbicara lebih jauh tentang aspek kesejarahan ilmu akuntansi sebagai akar keilmuan yang mereka kembangkan dan menjadi hegemoni hari ini, merupakan hasil jarahan pengetahuan dari perang salib. Padahal, saat dunia Islam di Timur Tengah semenjak masa nubuwwah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula keilmuan modern muncul, daratan Eropa masih diselimuti kebodohan dan kehidupan yang bar-barian ( Dark Age ). Lagi-lagi, konstelasi keilmuan ini justru diperburuk oleh akademisi Muslim yang malas meneliti, dan seenak perutnya membebek pendapat barat sebagai sumber dari berbagai jenis keilmuan modern. Adnan dan Labatjo (2006) memandang, bahwa praktik akuntansi pada lembaga baitul maal di zaman Rasulullah SAW, baru berada pada taha...

Ekonomi Sufistik; Suatu Pendekatan

Ekonomi sufistik, dalam tataran tertentu, berbeda dengan apa yang dipahami banyak orang sebagai ekonomi yang Islami, yang semata-mata dipahami sebagai ekonomi yang berbasis syariah (hukum Islam). Ekonomi sufistik adalah suatu cara pandang tentang perilaku ekonomi yang dikembangkan melalui salah satu tradisi yang memiliki sejarah panjang dalam dunia intelektual Islam. Orang sering menyebutnya dengan tradisi kearifan atau hikmah. Sebelum memaparkan lebih jauh mengenai ekonomi sufistik, saya ingin menegaskan terlebih dahulu apa yang saya maksud dengan tradisi kearifan, karena ini merupakan kunci dari apa yang saya ingin katakan melalui tulisan-tulisan saya. Hal yang membedakan tradisi ini dengan pendekatan yang semata-mata legalistik syariah adalah lantaran para pemikirnya selalu mempersoalkan “sebab” dari segala sesuatu, bukan semata-mata “bagaimana” sesuatu itu terjadi. Sebaliknya, para fuqaha (ahli hukum Islam), yang begitu lantang menyuarakan syariah, lebih cenderung memberitahuka...