Skip to main content

Daftar Titik Latihan Pencak Silat Pagar Nusa di Kabupaten Banyumas



Berikut daftar lokasi latihan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa yang dikembangkan sesuai kurikulum dan Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga serta Peraturan Organisasi Pagar Nusa di Kabupaten Banyumas:
  1. UIN Saizu Purwokerto
  2. MTs Ma'arif Karanglewas
  3. MI Ma'arif Sidabowa
  4. MA Tambaksogra
  5. PP. Darussalam Dukuhwaluh
  6. Ranting Dukuhwaluh
  7. SDNU Master Sokaraja
  8. PP. Al Waasi' Purwokerto Timur
  9. UNU Purwokerto Karangklesem
  10. UNU Purwokerto Winduaji
  11. MI Karangpucung
  12. Ranting Kutasari
  13. Ranting Karangtengah
  14. Ranting Rempoah
  15. Ranting Purwosari
  16. Ranting Kembaran
  17. Ranting Kalibagor
  18. Ranting Pekaja
  19. Ranting Srowot
  20. Ranting Sokaraja Tengah
  21. Ranting Pliken
  22. Ranting Pasinggangan
  23. Ranting Plana Somagede
  24. PP. Al Fattah Karangrau
  25. PP. An Nur Binangun Kec. Banyumas
  26. Rayon Darul Muhajirin Ajibarang
  27. Mts Nurul Iman Cikembulan
  28. SMK Ma'arif NU 1 Pekuncen
  29. Ponpes Darul Huda
  30. MI Banjaranyar
  31. Asbabul Huda Petahunan
  32. SMP Ma'arif NU 1 Pekuncen
  33. YPI Darul Falah Cikembulan
Bagi pengelola unit latihan yang belum tercatat dipersilahkan untuk mengabarkannya di kolom komentar. Terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Desa Kroya dan Potensi Ekonominya Kini

Kroya adalah sebuah Desa di wilayah kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,  Indonesia. Masyarakat Kroya umumnya menggunakan bahasa Banyumasan dan  bahasa jawa Surakarta dan juga bahasa Ngapak. Desa ini merupakan desa sekaligus  kecamatan berkembang dan menjadi pusat perdagangan di wilayah timur Cilacap.  Kroya juga dikenal sebagai jalur pertemuan antara jalur KA dari arah Bandung- Tasikmalaya denga jalur KA dari Cirebon-Purwokerto menuju Yogyakarta, Madiun,  dan Surabaya. Di sisi lain kroya juga memiliki sebuah pasar tradisional yang cukup besar serta  berada di tempat yang strategis. Kroya berbatasan langsung dengan desa  karangmangu di sebelah selatan, sebelah timur dengan desa Pucung, sebelah barat  dengan desa Bajing sedangkan wilayah utara dengan desa Kedawung.  Sejarah berdirinya Kroya tidak lepas dari berdirinya wilayah Karesidenan  Banyumas.  Awal mulanya Kroya merupakan sebuah wilayah kecil pada masa  Wirasaba. Kemudian setel...

Akuntansi Syariah: Aspek Sejarah, Tokoh dan Perkembangannya

Banyak anggapan sumir bahwa ilmu akuntansi itu pertama kali muncul sebagai pengetahuan bermula dari daratan Eropa. Jelas anggapan itu tidak benar. Dalam hal ini, tentu kita tidak bisa melepaskan diri dari aspek kronik kesejarahan. Akademisi barat, ironinya, tidak pernah berbicara lebih jauh tentang aspek kesejarahan ilmu akuntansi sebagai akar keilmuan yang mereka kembangkan dan menjadi hegemoni hari ini, merupakan hasil jarahan pengetahuan dari perang salib. Padahal, saat dunia Islam di Timur Tengah semenjak masa nubuwwah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula keilmuan modern muncul, daratan Eropa masih diselimuti kebodohan dan kehidupan yang bar-barian ( Dark Age ). Lagi-lagi, konstelasi keilmuan ini justru diperburuk oleh akademisi Muslim yang malas meneliti, dan seenak perutnya membebek pendapat barat sebagai sumber dari berbagai jenis keilmuan modern. Adnan dan Labatjo (2006) memandang, bahwa praktik akuntansi pada lembaga baitul maal di zaman Rasulullah SAW, baru berada pada taha...

Ekonomi Sufistik; Suatu Pendekatan

Ekonomi sufistik, dalam tataran tertentu, berbeda dengan apa yang dipahami banyak orang sebagai ekonomi yang Islami, yang semata-mata dipahami sebagai ekonomi yang berbasis syariah (hukum Islam). Ekonomi sufistik adalah suatu cara pandang tentang perilaku ekonomi yang dikembangkan melalui salah satu tradisi yang memiliki sejarah panjang dalam dunia intelektual Islam. Orang sering menyebutnya dengan tradisi kearifan atau hikmah. Sebelum memaparkan lebih jauh mengenai ekonomi sufistik, saya ingin menegaskan terlebih dahulu apa yang saya maksud dengan tradisi kearifan, karena ini merupakan kunci dari apa yang saya ingin katakan melalui tulisan-tulisan saya. Hal yang membedakan tradisi ini dengan pendekatan yang semata-mata legalistik syariah adalah lantaran para pemikirnya selalu mempersoalkan “sebab” dari segala sesuatu, bukan semata-mata “bagaimana” sesuatu itu terjadi. Sebaliknya, para fuqaha (ahli hukum Islam), yang begitu lantang menyuarakan syariah, lebih cenderung memberitahuka...